Apa Saja Perbedaan Web Statis dan Dinamis? Simak di Sini!

perbedaan website statis dan dinamis

Website adalah salah satu platform yang sangat populer di era digital. Meski begitu, belum banyak yang tahu kalau ternyata website itu ada beragam jenisnya. Dua yang paling sering dibahas adalah website statis dan dinamis.

Lalu, apa sih perbedaan web statis dan dinamis? Dan manakah yang harus Anda pilih?

Di artikel ini, kami akan membahas beberapa faktor yang membedakan kedua jenis website tersebut. Jadi, pastikan untuk simak artikel ini sampai selesai, ya!

10 Perbedaan Web Statis dan Dinamis

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat membedakan website statis dan dinamis, yaitu:

1. Pengertian dan Manfaat

Pertama, perbedaan website statis dan dinamis terletak pada pengertian dan manfaatnya.

Web statis adalah website yang tidak dapat diubah secara langsung oleh pengguna, tetapi harus melalui script di program. 

Meski kelihatannya merepotkan karena perlu punya skill coding, website statis sebenarnya punya banyak manfaat atau kelebihan. Yaitu:

  • Website dapat bekerja dengan lebih cepat.
  • Web development yang lebih fleksibel.
  • Keamanan lebih terjamin dan tidak mudah diambil alih hacker.
  • Memungkinkan pengguna menyajikan konten di beberapa channel tanpa menulis ulang konten.

Berbeda dengan website statis, website dinamis merupakan jenis website teknologi terbaru yang informasi di dalamnya dapat diatur dan diubah langsung oleh pengguna. Berikut adalah kelebihan lain dari website dinamis:

  • Pengguna dapat menikmati tampilan website sesuai kebutuhannya (personalized browsing).
  • Maintenance bisa dilakukan lebih mudah.
  • Menghasilkan pengalaman pengguna yang lebih baik.
  • Dapat membuat situs memiliki tampilan lebih professional.

2. Kapasitas Database

Perbedaan web statis dan web dinamis juga terletak pada database, yaitu tempat penyimpanan data.

Database yang digunakan untuk website statis tidak terlalu besar. Hal ini karena pengguna tidak perlu menyimpan berbagai data penting. Selain itu, pengguna website statis juga tidak perlu memproses data yang terlalu banyak.

Berbeda dengan web statis, website dinamis memerlukan database dalam ukuran yang besar. Database ini akan digunakan untuk menyimpan berbagai macam data dan memproses data tersebut.

3. Ukuran Website

Website dinamis dan website statis juga memiliki perbedaan pada ukurannya. Ukuran website statis cenderung lebih kecil jika dibandingkan dengan ukuran website dinamis. Hal ini karena website statis memang memiliki sistem pemrograman dengan ukuran kecil.

Ukurannya yang kecil membuat website statis memiliki keunggulan. Website statis cenderung lebih cepat diakses oleh pengguna daripada website dinamis.

Website dinamis memang memiliki ukuran yang lebih besar karena sistem pemrograman dan bahasa pemrograman yang digunakan bersifat lebih kompleks atau rumit. 

4. Isi Konten

Umumnya, isi konten website statis cenderung jarang mengalami perubahan atau jarang dilakukan update. 

Sementara itu, website dinamis cenderung lebih sering berubah atau update. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab website dinamis terlihat lebih menarik daripada website statis. 

Informasi yang disajikan di dalam konten website dinamis juga cenderung dapat berubah sesuai pengunjung website. Misalnya, website dinamis e-commerce akan menampilkan konten sesuai kebiasaan atau pencarian yang dilakukan oleh pengguna.

Pada website statis perubahan seperti itu tidak akan bisa terjadi karena konten atau isi website sudah ditetapkan pemiliknya sejak awal.

5. Desain Website

Desain sebuah website dapat digunakan sebagai daya tarik utama dari suatu situs agar memiliki banyak pengunjung. 

Biasanya, tampilan desain website statis cenderung lebih sederhana. Selain sederhana, desain situs ini juga memiliki kesan klasik.

Sementara itu, desain pada website dinamis dapat tampil lebih modern dan kekinian. Pilihan desain yang dapat digunakan pada website juga sangat beragam. Penggunanya bahkan bisa menambahkan berbagai elemen seperti animasi untuk mempercantik tampilan desain website.

6. Interaksi di Dalam Website

Pengunjung website statis umumnya tidak dapat melakukan perubahan pada website dan hanya dapat menikmati konten yang sejak awal sudah disajikan oleh pemilik website tersebut.

Sementara itu, interaksi pengunjung dengan website dinamis cenderung lebih bersifat interaktif. Hal ini karena pengunjung website dapat melakukan perubahan di dalam website. Perubahan yang dimaksud dapat berupa aktivitas login, komentar, like, share, dan lain sebagainya.

Secara umum, website dinamis memang tampak lebih menguntungkan, tetapi kesempatan untuk melakukan interaksi tersebut dapat disalahgunakan oleh pengunjung. Pengunjung website dinamis bisa saja membombardir website dengan komentar spam atau bahkan meretas data pada website tersebut.

7. Bahasa Pemrograman yang Digunakan

Bahasa pemrograman yang digunakan pada situs juga menjadi salah satu faktor pembeda di dalam web statis dan dinamis.

Website statis menggunakan bahasa pemrograman yang cenderung lebih sederhana, seperti CSS dan HTML.

Sedangkan website dinamis cenderung menggunakan bahasa pemrograman yang lebih kompleks dan bervariasi. Contoh bahasa pemrograman yang digunakan oleh website dinamis adalah PHP, ASP, Javascript, dan lain sebagainya.

8. Penggunaan

Website dinamis dan statis juga cenderung berbeda dari sisi penggunaannya. Website statis biasanya digunakan menampilkan informasi tanpa perlu interaksi dengan pengunjung.

Sementara website dinamis digunakan pada website yang memerlukan adanya interaksi antara pengunjung dan pemilik website. Contohnya, jenis website dinamis biasanya digunakan untuk membangun website toko online.

9. Proses Pembuatan

Jika dilihat dari segi proses pembuatan website, maka website statis cenderung lebih cepat dibuat dibandingkan website dinamis. Hal ini karena website statis tidak memiliki banyak bahasa pemrograman dalam pembuatannya.

Berbanding terbalik dengan website dinamis yang memiliki bahasa pemrograman lebih banyak dan kompleks, sehingga pembuatannya membutuhkan waktu yang lebih lama.

10. Keamanan

Website statis cenderung memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi. Hal ini karena database konten website statis diletakkan secara independen atau tersendiri dari front-end website. 

Sementara itu, tingkat keamanan website dinamis cenderung lebih rendah daripada keamanan website statis. Hal ini karena seluruh sistem back-end dan front-end pada website tersebut saling terhubung. 

Selain itu, pengunjung juga dapat melakukan berbagai interaksi dalam website. Interaksi ini juga bisa menjadi penyebab hacker menemukan celah keamanan dan berhasil membobol sistem keamanan pada website dinamis.

Baca juga: 21+ Jenis-jenis Website dan Contohnya [Edisi 2022]

Tabel Perbedaan Website Statis dan Dinamis

Selain memahami penjelasan di atas, Anda juga bisa memahami perbedaan kedua jenis website tersebut dengan melihat informasi di dalam tabel berikut:

Faktor Pembeda Website Statis Website Dinamis
Pengertian Website yang isinya tidak dapat diubah secara langsung oleh pengguna, tetapi harus melalui script di program. Website yang informasi di dalamnya dapat diubah dan diatur langsung oleh pengguna.
Database Tidak memerlukan database besar. Sangat memerlukan database besar.
Ukuran  Kecil Besar
Konten Cenderung tetap atau jarang mengalami perubahan. Lebih sering berubah dan mengalami update.
Desain Sederhana dan klasik. Tampilannya lebih kekinian, modern, dan bervariasi.
Interaksi Pengunjung tidak dapat melakukan interaksi. Pengunjung dapat melakukan berbagai interaksi di dalam website. Pengunjung juga bisa terhubung atau berinteraksi dengan pemilik website. 
Bahasa Pemrograman Bahasa pemrograman sederhana, seperti CSS dan HTML. Bahasa pemrograman lebih kompleks, seperti HTML, PHP, ASP, Javascript, dan lainnya.
Penggunaan  Menampilkan informasi tanpa perlu interaksi dengan pengunjung. Memerlukan adanya interaksi antara pengunjung dan pemilik website.
Proses Pembuatan Cenderung lebih cepat. Cenderung perlu waktu yang lebih lama.
Keamanan  Tingkat keamanannya lebih tinggi atau lebih aman. Tingkat keamanannya kurang dan ada rentan diretas oleh hacker.

Website Statis vs Dinamis: Manakah yang Anda Pilih?

Website statis dan website dinamis punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apapun jenis website yang Anda pilih, pastikan karakteristiknya sesuai dengan kebutuhan website Anda.

Contohnya, jika Anda ingin membuat website toko online, sebaiknya Anda membangun website dinamis. Sedangkan jika Anda membangun landing page, opsi yang lebih tepat adalah website statis.

Selain memikirkan jenis website, Anda juga harus memastikan pembangunan website Anda berjalan dengan lancar. Untungnya, Anda bisa mengandalkan jasa pembuatan web berkualitas seperti Niagaweb untuk membangun website terbaik untuk bisnis Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Niagaweb Blog