Apa itu E-Commerce? Berikut Pengertian dan Jenis-Jenisnya!

e-commerce-adalah-singkatan-dari-electronic-commerce

Di antara kegiatan online, e-commerce adalah salah satu aktivitas yang paling sering dilakukan dan menjadi alasan kian banyak orang untuk go online. 

Hadirnya e-commerce mempermudah konsumen dan penjual secara bersamaan. Konsumen menjadi leluasa memilih produk yang diinginkan dan bertransaksi secara cepat, penjual kian mudah menjangkau konsumen lainnya dengan potensi penjualan yang besar.

Tapi, sebetulnya apa itu e-commerce? Dan apa saja jenis e-commerce yang ada di luar sana? Mari kita bahas selengkapnya di artikel ini.

Apa Itu E-commerce?

E-commerce adalah singkatan dari electronic (elektronik) dan commerce (perdagangan), yaitu kegiatan jual beli yang dilakukan secara online dengan platform digital.

e-commerce-adalah-singkatan-dari-electronic-commerce

Istilah e-commerce awalnya terkait dengan kegiatan berjualan melalui website saja. Tapi, saat ini, istilah e-commerce juga meliputi kegiatan jual beli online di platform marketplace.

Saat ini, sudah banyak platform e-commerce yang eksis di pasar, seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Amazon, dan lain sebagainya.

Apa Tujuan dari E-Commerce?

Tujuan utama dari e-commerce adalah membantu penjual untuk menjangkau pembeli yang lebih luas tanpa terkendala jarak. 

Selain itu, para penjual pun bisa memanfaatkan e-commerce untuk lebih jeli dalam mengecek strategi pemasaran kompetitor mereka. Apakah kompetitor menjual varian produk yang lebih menarik? Atau mungkin harganya lebih rendah?

Tujuan-ecommerce-adalah-memudahkan-penjual-dan-pembeli-bertransaksi

Di sisi lain, e-commerce juga sekaligus membantu pembeli menemukan produk yang mereka inginkan dengan cepat dan mudah. Tujuan e-commerce juga termasuk membantu pembeli membandingkan kualitas dan harga berbagai produk dari penjual yang lebih banyak. 

Intinya, platform ini memberikan manfaat yang besar baik ke sisi pembeli maupun penjual.

Jenis-Jenis E-commerce

E-commerce memiliki banyak jenis berdasarkan cara kerja dan konsep pemasaran digitalnya, berikut di antaranya:

1. Business to Business (B2B)

B2B adalah konsep transaksi antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain. Biasanya, konsep B2B lebih menekankan pada jumlah kuantitas produk yang berhasil dijual, bukan pada berapa banyak jenis produknya.

Contoh e-commerce B2B adalah penjualan obat-obatan dan produk kesehatan dari perusahaan industri yang dijual dan didistribusikan ke rumah sakit.

2. Business to Consumers (B2C)

B2C adalah konsep transaksi antara produsen dengan konsumen (end user). 

Jenis e-commerce B2C sangat umum ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sistem dan konsep penjualannya sama dengan sistem penjualan konvensional, bedanya hanya pada cara penjualannya yakni secara online.

Contoh e-commerce B2C di antaranya seperti jasa laundry pakaian, penjualan produk makanan, dan bisnis jasa salon atau barber shop.

3. Consumer to Consumer (C2C)

Jenis e-commerce C2C memungkinkan para konsumen untuk saling memperjualbelikan barang atau produk yang dimiliki. 

Tujuan dari C2C e-commerce adalah untuk memperoleh keuntungan atas barang yang dijual kembali ke konsumen lainnya. 

Dengan adanya platform e-commerce, jenis C2C kian marak karena tentu sangat memudahkan para konsumen untuk bertransaksi. Salah satu contohnya ketika menjual produk bekas layak pakai yang dimiliki.

4. Consumer to Business (C2B)

E-commerce jenis C2B adalah konsep yang berbanding terbalik dengan e-commerce B2C. C2B memungkinkan para konsumen menjual produk ke pihak perusahaan.

Pada e-commerce jenis ini, konsumen berperan sebagai penyedia produk berupa barang atau jasa untuk dipasarkan kepada pihak perusahaan yang membutuhkan. 

5. Online to Offline (O2O)

E-commerce dengan jenis O2O menggabungkan dua konsep, yakni secara online (digital) dan secara offline (langsung/konvensional). Bagaimana sistem e-commerce jenis O2O bekerja?

Jadi, O2O memanfaatkan media digital untuk memasarkan produk barang atau jasa kepada para konsumen. Kemudian produk barang atau jasa tersebut dapat dinikmati oleh konsumen secara langsung (offline).

E-commerce O2O  juga dapat dimanfaatkan untuk mengajak konsumen online mengunjungi offline store (toko fisik), serta untuk memberikan pengalaman yang nyaman kepada para konsumen online mulai dari pemesanan hingga barang sampai di tangan.

Keuntungan E-Commerce

Berikut adalah beberapa manfaat dari berjualan di platform e-commerce:

1. Efisiensi dari Segi Waktu dan Tenaga

Kegiatan jual-beli membutuhkan banyak waktu dan tenaga.  Dengan adanya e-commerce, penjual tidak perlu banyak waktu untuk mengawasi tokonya secara langsung. Alasannya, setiap pesanan bisa dicek melalui gadget.

Selain itu, jual beli melalui ecommerce tak membutuhkan banyak tenaga dan karyawan untuk memulai bisnis. Sebab, beberapa proses transaksi jauh lebih sederhana dibanding bisnis secara konvensional.

2. Modal Kecil, Bisnis Bisa Langsung Jalan

E-commerce memungkinkan Anda berjualan produk meskipun dengan modal yang kecil. Contohnya, Anda bisa mulai berjualan dengan sistem jualan dropship. 

Dengan sistem ini, Anda tidak perlu menyetok barang dulu untuk berjualan. Anda cukup membuat platform toko online dan memposting produk yang akan dijual. 

Ketika pembelian dilakukan oleh konsumen, Anda cukup informasikan pembelian tersebut kepada pihak supplier asal agar barang segera dikirimkan kepada konsumen tersebut.

3. Cakupan Konsumen yang Sangat Luas

Anda bisa mencangkup lebih banyak konsumen dari berbagai kalangan dengan e-commerce.  Baik regional, nasional, bahkan lingkup internasional bisa Anda capai melalui berbagai platform e-commerce. Salah satunya, dalam bentuk website.

Membuat website untuk berjualan online pun mudah. Anda bisa membuatnya sendiri dengan WordPress atau menggunakan jasa pembuatan web seperti Niagaweb.

Tujuan-ecommerce-adalah-memudahkan-penjual-dan-pembeli-bertransaksi

4. Fleksibilitas dalam Berbisnis

Dengan e-commerce, Anda juga jadi lebih mudah dalam menjalankan bisnis dimanapun dan kapanpun. Asalkan, Anda terkoneksi dengan jaringan internet yang baik dan stabil agar bisa melakukan kegiatan bisnis dengan lancar.

Ini sesuai dengan salah satu tujuan utama e-commerce adalah membantu pebisnis melayani konsumen yang ingin membeli produk secara online dan real time.

Ini tentu berbeda dengan penjualan konvensional yang mengharuskan Anda stand by di toko selama jam operasional untuk melayani para konsumen yang datang. 

Yuk, Mulai Bangun Bisnis Anda di E-Commerce!

Jika Anda ingin membangun bisnis dengan e-commerce, jangan takut untuk memulai. Karena dengan perencanaan dan eksekusi yang baik, tak ada yang mustahil untuk bisa sukses di dunia online.

Silakan perbanyak ilmu mengenai penjualan online melalui e-commerce dengan banyak membaca artikel mengenai edukasi jualan online, atau bisa juga menonton video Youtube terkait online selling.

Sekian pembahasan artikel mengenai apa itu e-commerce. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Niagaweb Blog