Bambino Project : Berkat Website, Bisnis Fashion Bayi Raup Omzet Puluhan Juta Tiap Bulannya

Halaman Beranda Website Bambino Project

Membangun bisnis bukan persoalan mudah. Akan banyak rintangan yang menghalang dan ketidakpastian seperti naik-turunnya omzet.

Namun, semua itu tidak menyurutkan semangat Wulan Dwi Nurbaity untuk terus membangun Bambino Project, sebuah bisnis fashion bayi dan anak-anak, berkembang hingga sekarang.

 Wulan Dwi Nurbaity membangun Bambino Project
Wulan Dwi Nurbaity Membangun Bambino Project

Perjuangan Wulan jelas tidak instan. Dimulai dari berjualan di marketplace dengan omzet yang kecil, modal usaha kian menipis, hingga kena tipu, ia akhirnya sukses berbisnis online dengan website.

Bahkan, toko online fashion miliknya mampu meraup omzet hingga 50 juta Rupiah per bulannya dan followernya di media sosial mencapai ribuan.

Ketika ditanya soal kesuksesan bisnis onlinenya, Wulan menjawab bahwa kehadiran website adalah kunci penting dari kemujuran sepak terjang bisnisnya

Penasaran bagaimana kisah kesuksesan Wulan dan Bambino Project serta peran website di dalamnya? Yuk simak kisahnya!

Dimulai Sebagai Bidan Lepas yang Merangkap Reseller

Di paruh tahun 2018, Wulan memulai kariernya sebagai seorang bidan lepas dengan penghasilan yang tidak tentu. Dengan kondisi yang sudah menikah, tentunya Wulan ingin menjadi penyokong bagi finansial keluarganya.

Di samping kesehariannya sebagai seorang bidan dan ibu rumah tangga, Wulan mencari penghasilan tambahan sebagai reseller produk baju.

Kendati demikian, peran sebagai reseller kurang memuaskan baginya. Mengingat dirinya yang suka menggambar dan mendesain, Wulan akhirnya memilih untuk membuat karyanya sendiri.

Dari situ, Wulan mulai mendesain dan memproduksi sepatu bayi buatannya sendiri, yang kemudian ia tawarkan ke bidan-bidan seniornya. Ia juga menyertakan sepatu bayi buatannya sebagai bagian dari bingkisan pasca persalinan untuk ibu-ibu yang melahirkan di sana.

Halaman Beranda Website Bambino Project

Respons yang bagus membuat Wulan kian bersemangat untuk terus menciptakan produk terbaik dan melebarkan bisnisnya. “Nah karena saya lihat responnya bagus, kenapa gak saya jadikan peluang?” ujar Wulan.

Inilah titik awal dari lahirnya Bambino Project. Berangkat dari dari produk sepatu bayi saja, bisnis tersebut terus berkembang dan fokus ke pakaian bayi dan anak-anak.

Mulai dengan Marketplace dan Lanjut ke Website

Seiring berjalannya waktu, Wulan menyadari bahwa hanya berjualan ke klien-klien bidan bukanlah langkah yang efektif. 

Dari situ Wulan mulai memanfaatkan beberapa platform marketplace untuk menjual baju-baju hasil desainnya, serta memanfaatkan akun Instagram sebagai katalog onlinenya.

Instagram Bambino Project

Sayangnya, omzet yang ia terima dari marketplace terkadang tidak sebanding dengan biaya admin yang harus dibayarkan. 

Namun Wulan tidak menyerah di situ. Dibekali naluri belajar yang tinggi, Wulan mulai mengikuti berbagai workshop dan pelatihan perihal digital marketing.

“Workshop-workshop itu menyarankan untuk coba sedikit-sedikit lepas dari marketplace. Bangun toko sendiri. Jadi saya mau ikut perkembangan zaman,” ujar Wulan.

Meraup Laba yang Lebih dengan Website

Kehadiran website ternyata mampu menggenjot perputaran roda bisnis Wulan. Keuntungan yang diraup Wulan menjadi jauh lebih tinggi. 

Dari marketplace omzet Bambino Project adalah sekitar 15-18 juta Rupiah per bulannya. Itupun belum termasuk pemotongan biaya admin. Ketika menggunakan website, omzet per bulannya bisa mencapai 45-50 juta Rupiah!

Halaman Beranda Versi Destop Website Bambino Project-min

“Kalau di website kan benar-benar pure pemasukan ke kita semua. Enggak ada biaya admin apapun. Jadi 100 persen. Untuk keuntungan tuh bersih gitu loh. Enggak ada ini-itu. Jadi enaknya di situ,” terang Wulan.

Bahkan, orderan lebih banyak datang melalui website ketimbang marketplace dan merupakan 60 persen dari total laba yang dihasilkan Bambino Project sejauh ini.

Menarget Pasar yang Tepat via Website

Dengan website, Wulan mampu menyasar konsumen yang lebih luas dan cocok dengan target pasarnya, yakni konsumen yang melek digital. Jadi, tidak terbatas pada ibu-ibu yang melaksanakan persalinan di bidannya. 

“Saya lebih menarget ibu-ibu yang modern. Jadi yang melihat modelnya seperti ini, bahannya seperti ini,” ujar Wulan.

Dengan target pasar seperti itu, Wulan yakin bisa mendapatkan konsumen yang tidak hanya melihat harga, tapi juga kualitas produk. Tidak jarang pula, konsumen Bambino Project berasal dari luar pulau, atau bahkan luar negeri. 

Semua itu bisa terjadi karena berbagai fitur dari website Bambino Project mendukung untuk bisa lebih dekat dengan konsumen. Salah satunya, kemampuan untuk berkomunikasi dengan calon konsumennya secara lebih personal.

“Dulu sebelum ada website, yang tanya di Instagram biasanya cuma tanya-tanya saja, terus sudah,” ujar Wulan.

Meskipun marketplace dan media sosial menyediakan fitur chat, tapi dirasa kurang efektif untuk berjualan. Nah, karena website Bambino Project juga dilengkapi fitur chat WhatsApp, Wulan justru lebih mudah menyaring orderan-orderan yang datang.

Galeri Bambino Project

Ternyata tak hanya di situ kelebihan yang dirasakan setelah adanya website. Ketika beberapa pelanggannya menanyakan soal produk yang belum ada di katalog website, Wulan sadar bahwa pelanggannya memantau informasi terkini yang tertera di website.

Kini, tiap ada produk baru, Wulan cukup memasangnya di katalog website guna memastikan semua pelanggan setianya tahu produk terbaru dari Bambino Project.

Website Jadi Pondasi Pelebaran Bisnis

Tak hanya memperluas target pasar, keberadaan website juga membuka kesempatan-kesempatan baru bagi bisnisnya. 

Salah satunya ialah mempermudah kerjasamanya dengan partner stokistnya, yakni sebuah babyshop di Banjarmasin.

“Kalau misalnya di sana habis, diarahkan ke website. Begitu pun kalau misalnya ada yang order, lokasinya di sekitar Banjarmasin, saya arahkan untuk datang langsung ke babyshopnya,” ujar Wulan.

Nama Bambino Project semakin dikenal dan orderan yang datang semakin banyak. Maka, Wulan berencana untuk mengembangkan bisnisnya sesuai produk yang dihasilkan dan kebutuhan konsumen. Langkahnya, dengan melakukan rebranding.

“Website bambino itu ada rencana untuk rebranding,” ujar Wulan. “Jadi jelas saya harus buat website lebih profesional, lebih bagus dari yang sekarang.” 

Rencana rebranding ini sejalan dengan produk yang mulai condong ke produk anak-anak. Padahal awalnya, bisnis Bambino Project lebih ke produk bayi.

Lalu, Bagaimana Bambino Project Mendapatkan Website Terbaik untuk Bisnisnya? Niagaweb Jawabannya!

Ketika sudah yakin mulai berjualan online melalui website sendiri, Wulan sempat belum tahu apa yang harus dilakukan. Kebetulan, salah satu kenalan Wulan menyarankan untuk mencoba layanan Niagaweb. Wulan pun melakukannya.

Ternyata manfaat yang didapatkan benar-benar sesuai harapannya.

“Waktu itu saya tuh sebenernya mau coba untuk yang benar-benar dasar dulu, website itu seperti apa, terus worth it gak. Dan setelah saya pakai, memang benar-benar worth it,” ujar Wulan.

Saat itu paket Online Shop dari Niagaweb yang dipilih Wulan untuk Bambino Project meliputi  lima halaman website awal yang cukup untuk kebutuhan bisnisnya. Apalagi, masih ada pilihan 500+ tema yang bisa disesuaikan dengan brand atau keinginannya.

Tak hanya itu, fitur integrasi marketplace yang disediakan sangat membantunya untuk melakukan peralihan dari kebiasaan berjualan di marketplace menjadi di website sendiri.

Singkatnya, Wulan merasa langkah awalnya membuat website dengan Niagaweb adalah pilihan tepat. 

Tak hanya dari sisi teknis website, Wulan bahkan merasakan layanan customer Niagaweb yang cepat dan tanggap sangat membantunya untuk mengembangkan websitenya lebih jauh..

“Sampai sekarang juga misal saya ada kendala apa, pelayanannya tuh masih bagus banget. Saya nanya apapun selalu dibalas, minta bantuan apapun selalu dibantu,” puji Wulan.

Terkait rencana rebranding, Wulan juga akan kembali mempercayakan layanan Niagaweb untuk pengembangan bisnisnya tersebut.

“Jadi otomatis seperti paket mungkin akan upgrade ke yang lebih bagus, dengan nama brand yang sedikit berubah, tapi nggak menghilangkan Bambinonya itu sendiri. Nah, nanti saya serahkan lagi ke Niagaweb untuk tahun depan,” ujar Wulan.

Ingin Seperti Bambino Project? Jangan Ragu Ciptakan Produk Sendiri dan Go Online dengan Website!

Perjalanan bisnis Wulan membangun Bambino Project hingga sekarang layak jadi inspirasi, bukan? 

Awalnya, memulai bisnis sebagai reseller, Wulan merasa bahwa menjual produk sendiri tentu akan lebih baik. Tak ingin sekadar menggunakan marketplace yang omzetnya kecil, Wulan memutuskan membuat website toko online sendiri

Hasilnya, cukup memuaskan. Omzet bisnis mencapai 50 juta Rupiah per bulan, target pasar ideal produknya kian terbentuk, dan brand Bambino juga kian dikenal. Rahasianya, harus tak mudah menyerah dalam berbisnis.

“Kalau menurut saya yang penting sih tipsnya tetap fokus, tetap semangat, jangan mudah menyerah buat berbisnis,” ujar Wulan. “Dan prosesnya juga memang gak sebentar. Harus sabar, gak sebulan-dua bulan, gak setahun-dua tahun, untuk bener-bener sampai dilihat orang, diperhitungkan sama orang.”

Namun, semua upaya itu tentu harus didukung dengan kejelian memilih strategi bisnis yang tepat. Salah satunya, membangun website dengan layanan Niagaweb yang memiliki fitur lengkap untuk mendukung bisnis online yang baik.

“Niagaweb partner website terbaik sih. Hampir gak ada minusnya. Saya senang banget. Saya juga rekomendasikan ke teman-teman saya yang punya bisnis online,” tambahnya.

Singkatnya, Anda bebas berbisnis online dengan platform apapun, baik marketplace atau media sosial. Namun, untuk hasil terbaik, memiliki website adalah langkah terbaik untuk membangun bisnis online jangka panjang.

Jadi tunggu apa lagi? Ayo bikin website sekarang juga!

Buat Website Terbaik Untuk Bisnis Anda Sekarang Juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Niagaweb Blog